Berapa banyak di luar sana orang dengan seabreg harta, namun sulit sekadar menemukan ketenangan jiwa. Sungguh tidak terhitung orang-orang yang bergelimang tahta tapi hidupnya resah, penuh keluh dan kesah. Jika Tuhan sudah menentukan suatu pilihan, siapapun bisa menderita, walau kekayaan tak terhitung nilainya.
Itu semua karena harta bukan segala-galanya. Kebahagiaan yang hakiki tidak terletak pada melimpahnya harta. Kesenangan hidup yang sejati tidak tergantung pada berapa tebal dompet yang dimiliki kita. Bukan pula pada besarnya gaji bulanan kita bekerja.
Tuhan telah menciptakan kita di muka bumi tidak tanpa alasan apapun. Tidak mungkin Ia memberikan penderitaan berupa hal yang kita tidak mampu untuk menanggungnya. Tuhan pun tidak menyuruh kita untuk berhasil hadapi segala rintangan hidup. Tapi, yang Dia minta, kita menjalaninya dengan rasa ikhlas, dengan usaha semampunya.
Jalani saja apa yang sudah Allah skenariokan dalam hidup ini. Tuhan tidak mungkin mencelakakan hamba-Nya. Tuhan tak akan pernah menanamkan keburukan pada diri seseorang. Jalani, syukuri, dan nikmati apa ketentuan Tuhan. Semua akan indah pada masanya.
Hal yang kadang membuat seseorang sulit bahagia karena selalu iri dengan kenikmatan yang diberikan Tuhan pada orang lain. Selalu mengukur kebahagiaan yang ada pada dirinya harus sama dengan kebahagiaan yang dinikmati orang-orang selain dirinya. Padahal, sampai kiamat pun, nikmat setiap orang berbeda-beda, tidak akan pernah sama, walau sedikit.
Kadang pula, sulit menemukan kebahagiaan karena lupa akan segudang nikmat yang telah Tuhan berikan, yang mungkin sekali orang lain tidak mendapatkannya. Misalnya, ia diberikan nikmat mata yang masih bisa melihat normal, sementara di luar sana banyak orang yang buta atau minus, sehingga tak bisa melihat secara sempurna. Tak sedikit orang di luar sana kesulitan bernafas, sementara ia masih normal, bebas menghirup udara. Sudahkah menyadari bahwa semuanya merupakan nikmat Tuhan, yang tak pernah putus sedetikpun?
Kebahagiaan yang sejati ada pada bagaimana cara kita menyakiti nikmat Tuhan. Kebahagiaan yang hakiki ada pada sikap kita mengambil keputusan terhadap segala yang Allah berikan berupa kenikmatan-kenikmatan, yang satu sama lain antar hamba Tuhan tidaklah sama. Kuncinya adalah jalani, syukuri, dan nikmati.
Nikmati semua proses hidup yang Tuhan putuskan untuk diri kita. Tak perlu menuntut Tuhan hanya demi kesenangan sesaat yang ujungnya menghancurkan. Tak pantas mengadili takdir Tuhan hanya karena setitik musibah yang dirasakan. Jalani, syukuri, dan nikmati hidup ini. Insya Allah, kebahagiaan akan menghampiri Anda setiap saat.[]




