spot_img

Dorong Standarisasi Bacaan Al-Qur’an, Pesantren Sunanul Muhtadin Gelar Pelatihan Metode Pembelajaran Bersama Universitas Sunan Gresik

NUANSANET.ID Penguatan kualitas pendidikan Al-Qur’an menjadi perhatian serius di lingkungan pesantren. Menjawab kebutuhan tersebut, Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin berkolaborasi dengan Universitas Sunan Gresik menyelenggarakan pelatihan bertajuk Pengembangan Metode Pembelajaran untuk Penyelarasan Bacaan Al-Qur’an yang berlangsung pada 15–16 Februari 2026.

Kegiatan yang digelar di kompleks pesantren di Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik ini menghadirkan para pengajar Al-Qur’an dari lingkungan pesantren serta dosen Universitas Sunan Gresik untuk memperkuat kapasitas akademik dan metodologis dalam pembelajaran.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan standar pengajaran Al-Qur’an yang lebih terukur dan konsisten, terutama di tengah beragam latar belakang kemampuan membaca yang dimiliki para santri.

Direktur Qur’an Center Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin sekaligus dosen Universitas Sunan Gresik, Isyroqotun Nashoiha, menjelaskan bahwa kualitas bacaan Al-Qur’an tidak hanya ditentukan oleh intensitas belajar, tetapi juga dipengaruhi kesamaan pendekatan dan metode yang digunakan para pengajar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesamaan persepsi dalam pengajaran Al-Qur’an sehingga seluruh santri memperoleh bimbingan yang sesuai dengan kaidah tajwid dan qiraah yang benar. Harapannya, kualitas bacaan santri semakin baik dan seragam,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh penguatan materi yang mencakup dasar-dasar metode Baghdadi, pengenalan huruf dan karakteristiknya, pembahasan makhraj dan sifat huruf, hukum bacaan, kaidah waqaf dan ibtida’, hingga pembahasan perbedaan antara mushaf standar dan Mushaf Madinah.

Selain pemaparan materi, forum juga membuka ruang praktik dan diskusi untuk mengidentifikasi tantangan yang sering dihadapi para pengajar dalam proses pendampingan santri.

Pembina Al-Qur’an Center yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III Universitas Sunan Gresik, Dra. Hj. Chalimatus Sa’diyyah, M.A., menilai pembaruan metode pembelajaran menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas pendidikan Al-Qur’an di era yang terus berkembang.

Menurutnya, pesantren perlu memastikan bahwa keberhasilan santri tidak hanya diukur dari jumlah hafalan, tetapi juga ketepatan bacaan yang sesuai dengan kaidah tajwid dan qiraah.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari peserta karena dinilai mampu menjawab kebutuhan pembelajaran di lapangan. Materi yang disampaikan dianggap aplikatif dan dapat langsung diterapkan dalam proses pengajaran sehari-hari.

Melalui program ini, Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan berbasis Al-Qur’an dan memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

Ke depan, hasil dari pelatihan ini diharapkan tidak hanya memperkuat standar internal pembelajaran, tetapi juga menjadi model pengembangan pendidikan Al-Qur’an yang adaptif, sistematis, dan berkelanjutan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

- Advertisement -spot_img

Latest Articles